MAKASSAR — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Kampung Energi Mandiri Saukang”, yang dikembangkan oleh PT PLN (Persero) bersama Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Sinjai, pemerintah daerah, dan masyarakat, sukses meraih penghargaan kategori Silver dalam ajang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF).
Mengintegrasikan Peternakan, Energi, dan Pertanian
Program ini menghadirkan integrasi tiga sektor sekaligus — peternakan, energi, dan pertanian — melalui pemanfaatan limbah ternak yang diubah menjadi sumber energi biogas. PLN telah membangun jaringan instalasi biogas yang menyalurkan energi bersih hasil pengolahan limbah langsung ke 10 rumah tangga di Desa Saukang. Pembangunan fisik ini dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengoperasikan serta merawat instalasi secara mandiri.
Bio-Slurry Dioptimalkan untuk Pertanian Organik
Program ini tidak hanya berhenti pada penyediaan energi bersih, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi sirkular secara menyeluruh. Ketua Yayasan Peduli Bangsa Sinjai, Awaluddin Adil, menjelaskan bahwa ke depan ampas hasil pengolahan biogas atau bio-slurry akan diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai tinggi, seperti pupuk organik padat, pupuk organik cair (POC), dan media tanam.
“Dalam skema ini, kotoran ternak diolah terlebih dahulu menjadi biogas untuk kebutuhan energi bersih rumah tangga. Selanjutnya, bio-slurry yang dihasilkan diproses menjadi pupuk organik dan media tanam. Langkah ini memberikan nilai tambah yang nyata serta berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus menggerakkan pertanian organik yang berkelanjutan,” ujar Awaluddin Adil.
















