SINJAI, PB – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat populasi dan kapasitas sapi Bali, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai menggelar rapat evaluasi kinerja triwulan ketiga bagi para inseminator lapangan, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DPKH Sinjai, dihadiri Kepala Bidang Produksi, Kepala Seksi, Koordinator Inseminasi Buatan (IB), koordinator IB se‑kecamatan, serta puluhan inseminator dan petugas lapangan yang bertugas langsung melayani peternak di wilayah Kabupaten Sinjai.
Dalam arahannya, Kepala DPKH Sinjai Syamsul Alam, S.Pt., M.Si. menegaskan agar seluruh petugas tidak boleh melengah dalam memberikan pelayanan inseminasi buatan kepada masyarakat. Petugas diminta aktif turun ke lapangan untuk mencari akseptor baru sekaligus memeriksa kondisi ternak milik peternak yang ditemui di lokasi.
Syamsul Alam, salah satu peserta rapat, menyampaikan harapan agar ke depannya pelayanan lapangan semakin dioptimalkan dengan menambah ketersediaan straw sapi Bali yang sesuai kebutuhan dan preferensi peternak.
“Kita akan menambah ‘amunisi’ lapangan dengan memperbanyak straw sapi Bali untuk menyesuaikan kondisi lapangan dan yang banyak diminati peternak,” ujar Syamsul Alam.
Ia juga menjelaskan salah satu pertimbangan peternak saat ini, yakni belum adanya asuransi ternak sehingga sebagian peternak enggan melakukan persilangan dengan sapi Limousin, Simental, maupun Brahman yang memiliki postur lebih besar dibanding sapi biasa.
Hasil kesepakatan rapat evaluasi triwulan III tersebut antara lain:
✅ Memaksimalkan penggunaan straw sapi Bali untuk meningkatkan keberhasilan IB serta populasi sapi Bali
✅ Memperbarui data dan menetapkan target akseptor sesuai kondisi masing‑masing wilayah
✅ Mengawasi ketersediaan straw serta nitrogen cair secara berkala
✅ Setiap petugas wajib melakukan pencatatan IB, kebuntingan, dan kelahiran guna mengetahui tingkat keberhasilan kebuntingan (Conception Rate)
✅ Mengidentifikasi wilayah berpotensi untuk dikembangkan menjadi kampung IB
Kegiatan ini menjadi langkah strategis DPKH Sinjai untuk menjaga keberlanjutan program IB sekaligus mendukung peningkatan kualitas dan jumlah ternak sapi milik peternak di Kabupaten Sinjai. , ( S)















