Jakarta, PB – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) melakukan audiensi bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Divisi Humas Polri, yang dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa hukum dan institusi kepolisian guna mendorong penegakan hukum yang lebih profesional, humanis, dan berpihak kepada masyarakat.
Mengusung tema “Perkuat Sinergitas PERMAHI & Polri”, audiensi berlangsung dalam suasana hangat dengan dialog terbuka. Kedua pihak membahas berbagai persoalan penting yang menjadi perhatian publik, mulai dari penguatan literasi hukum, peran generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial, hingga pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
PERMAHI menilai bahwa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan sosial saat ini, komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan Polri menjadi hal krusial untuk menciptakan suasana hukum yang lebih edukatif dan solutif. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Ketua Umum PERMAHI, Azhar Sidiq, menegaskan bahwa sinergi yang dibangun bersama Polri harus tetap berjalan dalam semangat independensi dan keberanian menyampaikan kritik yang membangun. “Sinergitas bukan berarti mahasiswa kehilangan daya kritisnya. Justru melalui hubungan yang baik ini, PERMAHI ingin memastikan bahwa kritik, masukan, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan demi mendorong penegakan hukum yang lebih profesional, terbuka, dan berkeadilan,” tegasnya.
Menurut Azhar, hubungan baik antara mahasiswa hukum dan kepolisian perlu diarahkan pada langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, PERMAHI mendorong adanya program bersama seperti edukasi hukum publik, diskusi kebangsaan, hingga kegiatan sosial yang mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya generasi muda.
Audiensi ini menjadi sinyal positif bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan aparat penegak hukum masih terbuka luas. Dengan komunikasi yang sehat dan setara, diharapkan lahir berbagai kolaborasi yang mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi hukum di Indonesia.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara PERMAHI dan Polri dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih responsif, transparan, dan dekat dengan Masyarakat. ( R)



















