SINJAI , PB — Peringatan Hari Pembersihan Dunia atau World Cleanup Day (WCD) di Kabupaten Sinjai, Minggu (20/9/2026), tak sekadar berupa kerja bakti bersih-bersih. Di Lapangan Nasional, Kecamatan Sinjai Utara, Pemerintah Kabupaten Sinjai menjadikan momen tahunan ini sebagai sarana mengubah akar persoalan lingkungan: pola pikir warga.
Hadir di hadapan ratusan peserta yang mayoritas kaum muda, Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif mengajak masyarakat merenungkan makna di balik tumpukan sampah. Menurutnya, apa yang terlihat di permukaan adalah cerminan disiplin dan kebiasaan sehari-hari.
“Kerja bakti tak akan berarti jika perilaku kita tetap sama. WCD ini menjadi titik tolak agar kita terbebas dari kebiasaan buruk yang merusak lingkungan,” ujar Ratnawati saat membuka kegiatan bertema “Aksi Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah”.
Selain soal sampah, kondisi saluran air turut menjadi perhatian. Meski BMKG memprediksi kemarau panjang berlangsung hingga April mendatang, Bupati mengingatkan warga tak boleh lengah. Penyumbatan selokan oleh sampah rumah tangga tetap menjadi pemicu banjir genangan saat hujan turun tiba-tiba.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sinjai, Abdul Aziz Amin, menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini bukan diukur dari banyaknya sampah yang dikumpulkan hari ini, melainkan perubahan kesadaran yang bertahan setelahnya.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan unsur Forkopimda, berbagai organisasi kepemudaan, hingga perangkat kelurahan. Mereka bergerak membersihkan jalur strategis mulai dari Masjid Agung Nujumul Ittihad hingga kawasan Pasar Sentral Bawah.
Sebagai langkah nyata dukungan sarana, Pemkab Sinjai menyerahkan tiga unit roda tiga pengangkut sampah kepada DLHK. Kendaraan ini diharapkan memperkuat jangkauan pelayanan pengangkutan sampah hingga ke kawasan yang sulit dijangkau.















