Yayasan Nurul Husen: Maulid Nabi Momen Tanamkan Akhlak dan Kreativitas Generasi Muda

LEBAK, PB — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 Hijriah, Yayasan Nurul Husen menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang digabungkan dengan aktivitas edukatif dan kreatif. Acara kali ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Generasi yang Beriman dan Berprestasi”, salah satu kegiatannya berupa lomba pembuatan kue tradisional yang dikerjakan secara berkelompok.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (3/9/2026) ini bukan sekadar peringatan biasa, melainkan menjadi sarana bagi para peserta didik untuk mengenang sifat-sifat luhur Nabi, sekaligus mengasah kreativitas, melatih kerja sama tim, serta membangun rasa percaya diri.

Lomba membuat kue tradisional menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian. Para peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok, lalu ditantang untuk menciptakan dan menyajikan berbagai jenis kue khas daerah dengan ide dan keunikan masing-masing. Sebagai bentuk penghargaan dan dorongan, panitia menyiapkan hadiah uang tunai senilai ratusan ribu rupiah bagi pemenang. Diharapkan pemberian hadiah ini dapat memotivasi anak-anak agar berani menampilkan karya dan terus mengembangkan bakat yang mereka miliki.

Kepala Sekolah Nurul Husen, Sumarna, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak hanya berhenti pada upacara semata, melainkan harus dijadikan ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai keteladanan Nabi ke dalam perilaku sehari-hari.

“Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi fondasi utama dalam membangun karakter anak-anak kita. Nilai seperti akhlak mulia, kejujuran, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta semangat belajar yang tinggi harus tumbuh beriringan dengan kemampuan akademik mereka,” ujar Sumarna.

Menurutnya, pembentukan kepribadian yang seimbang antara kecerdasan, watak, dan kemampuan bergaul sangat dibutuhkan oleh generasi muda. Oleh sebab itu, penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang disisipkan aktivitas kreatif dianggap sebagai cara yang tepat agar pesan pendidikan tersampaikan dengan menyenangkan, sekaligus membangun watak yang kuat.

“Kami menginginkan anak-anak tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak baik, terbiasa bekerja sama, memiliki daya cipta, serta berani meraih prestasi. Semangat inilah yang ingin kami tanamkan melalui peringatan Maulid Nabi kali ini,” tambahnya.

Sumarna juga menjelaskan bahwa lomba pembuatan kue tradisional mengandung pesan pendidikan yang mendalam. Selain melatih daya cipta, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya pembagian tugas, rasa tanggung jawab, dan sikap menghargai hasil karya sesama.

“Dari hal sederhana seperti membuat kue tradisional, banyak hal berharga yang bisa dipelajari: gotong royong, ketelitian, kreativitas, tanggung jawab, hingga rasa bangga terhadap budaya dan kuliner warisan nenek moyang. Itulah pendidikan karakter yang ingin kami hadirkan,” jelasnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini menjadi pengingat bagi seluruh warga lingkungan Yayasan Nurul Husen agar senantiasa menjadikan sifat dan akhlak Nabi sebagai teladan utama dalam seluruh proses pendidikan yang dijalankan.

“Harapan kami, anak-anak kelak tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu luas, dan berprestasi tinggi. Prestasi memang penting, namun keberhasilan yang dibangun di atas dasar watak dan moral yang baik akan jauh lebih berharga dan bermanfaat,” tutup Sumarna.( Deni)