Ombudsman RI Tinjau Lapangan Kasus Banjir Persawahan di Pontang Serang, Dorong Perbaikan Irigasi

SERANG, BANTEN, PB – Pimpinan Ombudsman RI, Fikri Yasin, memimpin langsung peninjauan lapangan lintas instansi di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, pada Kamis (4/6). Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti laporan terkait kondisi aliran sungai/saluran air yang diduga menyebabkan banjir pada area persawahan di Desa Sukajaya dan Desa Sukanegara.

Peninjauan didampingi oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi, serta perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pontang. Terdapat empat titik lokasi yang ditinjau: area sawah terdampak banjir, jalan inspeksi, area bendungan kemayungan, dan sodetan irigasi swadaya warga.

Fikri Yasin menyampaikan bahwa tujuan utama tinjauan bersama ini adalah mengurai hambatan untuk mengembalikan fungsi optimal layanan sistem irigasi sekunder, serta meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Aspirasi Warga
Kosam, Ketua Gapoktan Desa Sukajaya, mengungkapkan bahwa kondisi banjir membuat petani terancam gagal panen dan berharap perbaikan irigasi dapat dilaksanakan secepatnya.

Herry Lubis, Penyuluh Pertanian Pontang, menyampaikan bahwa permasalahan sawah yang terdampak banjir sudah terjadi selama 15 tahun dan belum ada perbaikan irigasi sekunder. Ia mengapresiasi program Bang Andra namun berharap persoalan banjir yang melanda sekitar 50 hektar area sawah di Sukajaya bisa segera teratasi agar petani menghindari kerugian jutaan rupiah dan hilangnya hasil panen hingga 300 ton per tahun.

Midian Wahyu, Kabid PJPA BBWSC3, menyatakan siap berkoordinasi untuk melakukan tindakan cepat pada titik-titik permasalahan yang telah dipetakan. Ia menjelaskan bahwa irigasi tersebut masuk dalam wilayah daerah irigasi Ciujung, Bendungan Pamarayan dengan manfaat irigasi sebesar 23 ribu hektar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten sekaligus Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir MD, menyampaikan komitmen untuk mengoptimalkan lahan pertanian di Banten melalui dukungan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dari program Bang Andra, dengan target membawa Provinsi Banten naik dari peringkat 8 nasional dalam produksi pangan.

Menutup rangkaian peninjauan, Fadli Afriadi mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan kanal pengaduan resmi jika menemui kendala pelayanan publik atau hambatan infrastruktur di kemudian hari.

Penulis: Deni