Sinjai, PB – Kasus penculikan sapi di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, hingga kini belum menunjukkan pengungkapan yang serius dari aparat penegak hukum. Tidak hanya di Desa Lembang Lohe, tetapi juga di Desa Saotengah, puluhan ternak warga hilang secara misterius dan beberapa korban mengaku telah menyerahkan uang jutaan rupiah untuk mengembalikan sapi mereka, namun banyak yang tetap tidak memperoleh keadilan.
Menanggapi hal ini, Wahdi Ansya, aktivis mahasiswa sekaligus warga Tellulimpoe, menekankan bahwa jika Polres Sinjai tidak segera menindaklanjuti kasus ini, ia akan membawa persoalan ini ke Polda Sulawesi Selatan agar mendapat perhatian serius.
“Sudah terlalu lama masyarakat Tellulimpoe hidup dalam ketakutan kehilangan ternak mereka. Jika dalam waktu dekat tidak ada pengungkapan nyata dari Polres Sinjai, saya pastikan akan menindaklanjuti kasus ini ke Polda Sulsel agar keadilan ditegakkan,” tegas Wahdi Ansya.
Wahdi menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam dan berencana turun secara besar-besaran bersama warga di depan Polres Sinjai jika kasus penculikan sapi ini tetap tidak diungkap.
“Kami tidak meminta istimewa, kami hanya ingin keadilan dan rasa aman bagi warga Tellulimpoe. Jika aparat penegak hukum di Sinjai masih menutup mata, maka warga akan bersatu menuntut pengungkapan kasus ini secara terang-benderang,” lanjut Wahdi Ansya.
Fenomena ini menunjukkan adanya pola penculikan sapi yang tidak hanya sekadar pencurian, tetapi juga dugaan praktik pemerasan terhadap warga korban. Dalam beberapa laporan, warga yang menolak memberikan uang justru kehilangan ternak mereka, membuat masyarakat di Dusun Tippulue, Desa Lembang Lohe, dan Desa Saotengah semakin resah.
Wahdi Ansya menekankan bahwa jika aparat tidak segera menindak, warga Tellulimpoe siap melakukan aksi kolektif untuk menuntut keadilan agar kasus ini tidak terus berulang dan rasa aman warga dapat kembali.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat kepolisian dapat segera mengambil langkah tegas, menelusuri pelaku hingga ke akar permasalahan, dan memastikan bahwa keamanan ternak serta hak warga dapat dijaga dengan serius.(I)

















