Lebak, Banten, PB – Bisnis hewan kurban jelang Idul Adha 1447 H menjadi ladang rezeki bagi peternak muda di Kabupaten Lebak. Mupren Pristiana, pemilik peternakan di Kecamatan Warunggunung, mengaku omzet penjualannya naik signifikan dibanding tahun lalu.
“Alhamdulillah omzet tahun ini jelang Idul Adha meningkat. Animo masyarakat tinggi sekali,” kata Mupren saat ditemui di kandangnya, Senin (19/5/2026).
Stok Diborong Panitia Masjid hingga Perusahaan
Mupren yang beralamat di Kp. Citundun Masjid RT 16 RW 04, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung menyebut stok sapi dan kambing kurbannya sudah 80% dipesan. Pembelinya beragam, mulai dari panitia kurban masjid, instansi pemerintah, perusahaan swasta yang menyalurkan CSR, hingga perorangan.
Jaminan Kualitas dan Harga
Untuk menjaga kepercayaan, Mupren memastikan semua hewan kurbannya memenuhi syarat syariat: cukup umur, sehat, tidak cacat, dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan Lebak.
Soal harga, sapi kurban dibanderol Rp 18 juta hingga Rp 35 juta per ekor. Sedangkan kambing kurban dijual Rp 2,8 juta – Rp 5 juta per ekor tergantung bobot dan jenisnya.
“Kita juga kasih layanan antar gratis se-Kabupaten Lebak. H-3 Idul Adha kita pastikan semua hewan sudah diterima pembeli,” jelas Mupren.
Bukti Peternak Muda Bisa Sukses
Di usia yang masih muda, Mupren membuktikan bisnis ternak musiman bisa sangat menjanjikan jika dikelola serius. Kunci suksesnya ada di kualitas, pelayanan, dan menjaga relasi dengan pelanggan lama. Ia masih membuka slot pemesanan terakhir bagi warga yang belum mendapatkan hewan kurban tahun ini.( Deni)

















