Sinjai, PB — Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Sinjai yang digelar pada Jumat, 12 Desember 2025, di Kantor Bupati Sinjai nyaris berujung ricuh. Rombongan peserta aksi diduga mengalami tindakan premanisme saat menuju lokasi demonstrasi di Tanassang, Kelurahan Alehanuae.
Sebuah video yang beredar menunjukkan seorang pria berinisial S menghadang rombongan mahasiswa sambil membawa sebatang kayu. Pria tersebut tampak mengancam dan bahkan mendorong salah satu peserta aksi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa S diduga pengawas penimbunan pabrik porang di Kabupaten Sinjai dan masih berstatus tahanan luar terkait kasus penganiayaan.
Sesampainya massa di Tanassang, beberapa sopir truk melakukan aksi tandingan karena merasa dirugikan akibat terhentinya aktivitas tambang yang diduga ilegal, dan menilai aksi mahasiswa ikut menghambat mata pencaharian mereka.
Ketegangan antar kelompok tak terhindarkan, sehingga aparat kepolisian menghentikan aksi HMI MPO dan mengevakuasi peserta menggunakan mobil kepolisian.
Mantan Ketua Umum HMI MPO Cabang Sinjai, Ashabul Kahfi, mengecam keras tindakan premanisme dan akan membawa insiden tersebut ke ranah hukum.
Kasi Humas Polres Sinjai, Agus Santoso, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengawalan penuh sejak massa aksi berangkat hingga kembali ke sekretariat.

















