Kasus Dugaan Pencabulan Siswi SD di Sinjai Menuai Sorotan Publik, Ketua umum Himaprodi HPI Sinjai Angkat Bicara

Sinjai_Peduli Bangsa– Koordinator Advokasi Himaprodi Hukum Pidana Islam Mengecam keras tindakkan pencabulan yang di duga terjadi disalah satu Sekolah Dasar di Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.

Dilansir dari Pemberitaan sebelumnya, hasil Laporan Polisi Nomor : TBL / 250/ X/ 2023/ RES SINJAI/ POLDA SULSEL ter tanggal 27 Oktober 2023 salah seorang siswi SD diduga telah dicabuli Oknum Guru Olahraga berinisial FRM.

Menurut Nabil, Undang-undang no 12 tahun 2022 menjelaskan bahwa “UU ini mengatur mengenai Pencegahan segala bentuk Tindak Pidana Kekerasan Seksual; Penanganan, Pelindungan, dan Pemulihan Hak Korban; koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; dan kerja sama internasional agar Pencegahan dan Penanganan Korban kekerasan seksual dapat terlaksana dengan efektif. Selain itu, diatur juga keterlibatan Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemulihan Korban agar dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual.ujarnya

Hal ini perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius dikarenakan pelaku juga sebagai tenaga pengajar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia bukan malah merusak hajat hidup anak bangsa.

Ditemui disalah satu cafe yang terletak dijalan Bayangkara Sinjai, Selasa 28 November, Ketua umum Himaprodi HPI menganggap perlu ada tindakan tegas yang harus dilakukan oleh aparat penegak hukum sembari ketika kita belajar persoalan bukti dan kesaksian hukum dalam pelecehan seksual korban bisa menjadi saksi apalagi ada trauma yang dialami oleh korban dan psikisnya, ujar TAUFIK .

Ketika tidak ada tindakan lebih serius yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum maka kami akan mengawal kasus ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi.//J2