Bupati Sinjai Terima Kunjungan Penyuluh Perikanan, Bahas Program Strategis Sektor Perikanan

Sinjai, PB – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menerima kunjungan Penyuluh Perikanan Kabupaten Sinjai di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (3/6/2026). Kunjungan tersebut dipimpin oleh Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Sinjai, Budiyamin, yang didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Irwan Syamsuddin.

Pertemuan ini membahas sejumlah program strategis sektor perikanan yang tengah berjalan maupun yang akan dikembangkan di Kabupaten Sinjai. Budiyamin menjelaskan bahwa salah satu agenda utama yang dibahas adalah pendampingan penyuluh perikanan terhadap program-program prioritas nasional, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kawasan perikanan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Yang pertama kami bahas adalah bagaimana pendampingan yang dilakukan penyuluh perikanan di beberapa lokasi yang menjadi prioritas pembangunan pemerintah pusat, termasuk Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke. Kami menyampaikan perkembangan program tersebut kepada Ibu Bupati. Selain itu, kami juga melaporkan rencana usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sanjai,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan juga membahas optimalisasi kepemilikan Kartu KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) bagi para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sinjai. Kartu yang diterbitkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menjadi identitas resmi bagi nelayan, pembudidaya ikan, hingga pengolah hasil perikanan.

Menurut Budiyamin, keberadaan Kartu KUSUKA sangat penting karena menjadi salah satu syarat utama untuk memperoleh berbagai program bantuan pemerintah, termasuk akses terhadap kuota pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. “Pembahasan lainnya terkait BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan. Kami berharap perlindungan sosial bagi nelayan terus diperkuat sehingga mereka memiliki jaminan saat menjalankan aktivitas pekerjaannya di laut maupun di sektor budidaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, penyuluh perikanan juga menyampaikan perkembangan bantuan dari pemerintah pusat untuk sektor budidaya perikanan di Sinjai. Salah satunya berupa bantuan sekitar tiga juta benih udang yang terdiri atas sekitar 900 ribu ekor udang vaname dan 2,1 juta ekor udang windu. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi budidaya perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.

Tak hanya itu, para penyuluh juga menyampaikan kebutuhan akan fasilitas pendukung berupa gedung atau sekretariat yang dapat difungsikan sebagai Pos Penyuluhan Perikanan. Selama ini para penyuluh masih menggunakan fasilitas kantor Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai untuk menjalankan aktivitas administrasi dan koordinasi. “Kami meminta bantuan kepada Ibu Bupati agar dapat difasilitasi tempat atau gedung yang bisa digunakan sebagai Pos Penyuluhan Perikanan sehingga aktivitas pendampingan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” kata Budiyamin.

Ia mengaku bersyukur karena seluruh aspirasi dan laporan yang disampaikan mendapat respons positif dari Bupati Sinjai. “Alhamdulillah, Ibu Bupati sangat merespons kunjungan kami. Terutama terkait Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke yang saat ini telah berproduksi untuk pengolahan fillet ikan tuna yang bahkan sudah diekspor ke luar negeri. Kemudian terkait kebutuhan gedung untuk Pos Penyuluhan Perikanan, Ibu Bupati menyampaikan akan membicarakannya dengan dinas terkait,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan para penyuluh perikanan dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sinjai. Dengan pendampingan yang berkelanjutan serta dukungan berbagai program pemerintah, diharapkan sektor perikanan Sinjai semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta pelaku usaha perikanan di daerah.