Sinjai , PB – Suami Unita, Basir, secara resmi melapor kepada pemerintah setempat dan pihak kepolisian mengenai hilangnya istrinya. Unita (30 tahun) sempat menghilang tanpa kabar setelah mengaku akan bekerja di Makassar.
Kisahnya bermula pada Hari Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 9 pagi, ketika Unita berangkat dari rumah di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat. Ia menyatakan akan membantu pekerjaan ibunya, Udi, di Dusun Mapung, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolo Pao. Unita bermalam di rumah ibunya dan berpamitan pada pukul 11 pagi hari Rabu (15/4/2026) untuk menghadiri acara keluarga di Tombolo Pao, menggunakan sepeda motor jenis Mio M3.
Pada sore hari yang sama, Udi menunggu Unita kembali namun tidak datang. Ia kemudian menelfon Basir untuk menanyakan keberadaan anak perempuannya, namun Unita juga belum tiba di rumah suaminya di Dusun Tonrong.
“Pada hari Kamis pagi, Unita sendiri menelfon ibunya dan terhubung langsung ke saya. Ia memberi informasi bahwa sekarang sudah di Makassar bekerja, naik mobil penumpang untuk sampai ke sana, dan motornya disimpan di bawah kolom rumah kerabat di perbatasan Sinjai-Gowa,” jelas Basir.
Menurut Basir, alasan Unita pergi adalah karena ingin bekerja dan merasa malu tinggal di rumah akibat banyak utang. Namun, sejak hari Kamis lalu, nomor HP Unita tidak pernah aktif kembali, membuatnya khawatir dan akhirnya melapor kehilangan kepada pihak dusun.
“Saya tidak tahu keberadaan istri saya sekarang. Saya berharap jika ada pihak luar yang melihatnya, mohon segera memberikan informasi kepada kami sebagai keluarga, terutama saya sebagai suaminya,” harap Basir.( S)


















