Kematian Ayam Mendadak di Sinjai Utara, DPKH Lakukan Disinfeksi — 1.295 Ekor Tercatat Mati

SINJAI , PB — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sinjai segera menindaklanjuti laporan kasus kematian ayam secara mendadak yang tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan Sinjai Utara, Senin (5/10/2026). Laporan masuk baik secara langsung maupun melalui media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Kasus tercat terjadi di tiga kelurahan: Lappa, Biringere, dan Bongki. Hingga 5 Oktober 2026, total tercatat 1.295 ekor ayam mati, dengan rincian: Kelurahan Lappa 378 ekor, Biringere 833 ekor, dan Bongki 84 ekor.

UPTD Puskeswan Sinjai Utara telah turun ke lokasi melakukan pemeriksaan, pemantauan, serta penanganan disinfeksi di titik-titik terdampak. Sampel ternak juga telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti kematian.

Kepala DPKH Sinjai, Syamsul Alam, meminta masyarakat khususnya peternak agar tidak panik dan tetap tenang.

“Jika menemukan kematian ayam secara mendadak, segera laporkan kepada petugas peternakan di wilayah masing-masing. Jangan panik, insya Allah kami tangani sesuai prosedur baku,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar peternak meningkatkan kebersihan kandang dan ketatnya biosekuriti. Tegasnya, ayam yang mati mendadak dilarang dijual maupun dikonsumsi sebelum ada pemeriksaan resmi dari petugas.

“Semoga langkah disinfeksi yang kami lakukan dapat segera mengatasi masalah ini dan jumlah kasus tidak bertambah lagi,” harap Syamsul Alam.