Jakarta , PB – Memasuki usia 25 tahun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) merayakan hari jadinya dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar seremoni, BPOM menghadirkan panggung inspirasi bagi perempuan lewat forum bertajuk “Inspirational Women Talk”, di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPOM RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2025).
Forum bertema “Empowered Women, Powerful Change” ini mengusung pesan bahwa perempuan tidak lagi ditempatkan sebagai objek kebijakan, melainkan aktor strategis yang ikut menentukan arah pembangunan.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi, Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamennaker) RI Afriansyah Noor, serta Kepala BPOM RI Prof. dr Taruna Ikrar. Turut hadir Ketua Umum Dharma Wanita Indonesia Ida Rachmawati Ida Gunadi Sadikin dan Ketua DWP BPOM RI Elfi Ikrar.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebutkan bahwa terdapat 2,4 juta UMKM di bidang makanan, dan mayoritas pelakunya adalah perempuan. Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan Indonesia berarti memperkuat kontribusi mereka bagi kemajuan Indonesia. Sektor UMKM yang berhubungan dengan pangan dan farmasi adalah wilayah yang langsung menyentuh keselamatan publik, sehingga keberadaan perempuan di sektor ini bukan hanya penting secara ekonomi, tetapi juga strategis dalam urusan kesehatan masyarakat.
Taruna juga mengaitkan usia 25 tahun BPOM sebagai fase transisi lembaga menuju kedewasaan, yang harus semakin adaptif dan lebih kuat mempengaruhi kualitas hidup publik. Ia menggambarkan luasnya kerja BPOM yang mengawal manusia sepanjang hidup, dari “janin dalam kandungan” hingga “liang lahat”, karena obat dan makanan menyangkut kehidupan paling dasar.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM Mohamad Kashuri menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menguatkan daya perempuan, membangun kepercayaan diri dan kemandirian, mendorong perempuan berani mengambil peran strategis, serta memberi keterampilan praktis untuk memanfaatkan media digital dalam pengembangan personal branding dan usaha.
Wamennaker Afriansyah Noor menegaskan bahwa pekerja informal di sektor UMKM adalah penopang yang sering kurang terlihat, padahal jumlahnya besar dan memegang peran vital. Kemenaker siap berkolaborasi dengan BPOM untuk mendorong UMKM tumbuh sehat dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan adalah hak dasar manusia. Ia meminta semua pihak mengintegrasikan perspektif gender dalam kebijakan, program, dan kegiatan termasuk layanan kesehatan, serta menilai BPOM berpotensi menjadi role model kebijakan berperspektif gender. Arifah juga menilai perempuan dan anak adalah kelompok yang paling merasakan dampak kualitas pengawasan obat dan makanan.



















