Makassar , PB – Berdasarkan data statistik yang diperlihatkan dalam acara Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Kabupaten Sinjai meraih peringkat pertama dalam kategori mayoritas kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi kuat di atas 5 persen. Kabupaten ini berhasil mencapai pertumbuhan tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan untuk Triwulan I Tahun 2026 dengan capaian sebesar 11,14%.
Acara yang diadakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Rabu (10/06/2026) dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Kegiatan ini juga diikuti oleh para Bupati/Walikota se-Sulawesi Selatan, termasuk Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arief, sebagai bentuk komitmen mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Gubernur Sul-Sel menyampaikan apresiasi terhadap capaian Kabupaten Sinjai yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain. Ia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih komprehensif, tidak hanya menyasar perusahaan besar tetapi juga menjangkau usaha mikro dan ekonomi digital.
Kepala BPS RI menyatakan bahwa Sulawesi Selatan merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mengadakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026. Ia juga menambahkan bahwa Sulawesi Selatan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi dengan capaian 43%. “Kami berharap agar Bupati/Walikota selalu mendukung kelengkapan dan kualitas data yang akurat, agar dapat dijadikan pedoman untuk menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat, terukur, inklusif, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam wawancara pribadi, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arief mengaku sangat bangga dengan capaian tersebut. “Capaian Kab Sinjai sebagai yang tertinggi di Sulawesi Selatan menjadi kebanggaan sekaligus amanah untuk terus bekerja lebih baik. Ini adalah hasil kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah bersama leading sector, para pelaku usaha, hingga masyarakat yang telah mendukung tersedianya data ekonomi yang akurat dan berkualitas,” ujarnya.


















