Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 57.837 Ton, Bulog Buktikan Swasembada Pangan Bukan Rekayasa Data

Karawang, Jawa Barat , PB – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau stok beras di gudang filial Bulog Karawang. Dalam kesempatan tersebut, Rizal menegaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 57.837 ton merupakan bukti nyata keberhasilan swasembada pangan nasional, bukan sekadar rekayasa data.

“Alhamdulillah fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun yang disewa, saat ini terisi penuh oleh hasil produksi petani dalam negeri. Ini menunjukkan negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya,” tutur Rizal.

Menurutnya, melimpahnya stok tersebut menunjukkan tingginya produktivitas pertanian nasional sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan. Ia juga mengajak semua pihak untuk mengecek langsung ke berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia jika meragukan kebenaran stok cadangan beras, yang dinilai kokoh menghadapi dampak geopolitik global maupun ancaman kekeringan akibat El Nino. Gudang-gudang tersebut terbuka untuk dikunjungi sebagai bentuk transparansi pemerintah.

Perum Bulog menorehkan capaian bersejarah dengan stok beras yang menembus angka 57.837 ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Pencapaian angka ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” beber Rizal.

Saat ditemui di tempat terpisah, Pemimpin Cabang Perum Bulog Tangerang Riki Pebriady menjelaskan bahwa stok beras di wilayah Tangerang per hari ini mencapai lebih dari 7.636 ton dan angka tersebut terus bertambah karena masih dilakukan penyerapan Gabah Kering Panen dari petani. “Jumlah tersebut sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat se-Tangerang Raya. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan di wilayah Tangerang,” pungkasnya. (Deni)