SINJAI , PB — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui program budidaya organik dan penguatan komoditas unggulan daerah. Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah menjadikan Kabupaten Sinjai sebagai lokasi percontohan budidaya porang organik dengan memanfaatkan pupuk organik cair dan padat berbasis Asam Amino Plus.
Upaya tersebut disampaikan dalam audiensi resmi jajaran DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai bersama Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan sejumlah program strategis organisasi sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dalam audiensi tersebut, terdapat sejumlah agenda yang menjadi pembahasan utama, di antaranya rencana pelantikan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Sinjai Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026, pengembangan komoditas porang, serta penerapan teknologi pemupukan organik pada sejumlah komoditas pertanian di Kabupaten Sinjai.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai, Muhammad Arfin, mengatakan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat peran dalam mendukung pembangunan pertanian daerah. Menurutnya, Tani Merdeka Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan kelembagaan, tetapi juga berupaya menghadirkan program nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi petani.
“Selain menyampaikan rencana pelantikan DPK Sinjai Barat, kami juga memperkenalkan program pertanian organik yang melibatkan Makmur Sembada, produsen Pupuk Organik Cair Asam Amino Plus yang pabriknya berada di Sulawesi Tenggara,” ujar Arfin seusai pertemuan.
Ia menjelaskan, pengembangan pertanian organik menjadi salah satu langkah yang ingin didorong oleh DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai. Program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani dalam mengembangkan usaha budidaya yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi hasil pertanian.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah porang. Tanaman ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas di Kabupaten Sinjai, terlebih daerah tersebut telah memiliki fasilitas pengolahan porang yang berpotensi mendukung penyerapan hasil panen petani.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai telah menyiapkan lahan seluas dua hektare milik pengurus organisasi sebagai lokasi percontohan budidaya porang organik. Lahan tersebut direncanakan menjadi tempat penerapan sistem budidaya dengan menggunakan pupuk organik cair dan pupuk organik padat Asam Amino Plus.
Arfin mengatakan, pelaksanaan program percontohan ini akan melibatkan pendampingan langsung dari formulator pupuk terkait. Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan petani dapat memperoleh pengetahuan mengenai penerapan pupuk organik sesuai kebutuhan tanaman, mulai dari proses budidaya hingga pemeliharaan.
Program percontohan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi petani di Kabupaten Sinjai. Apabila penerapannya menunjukkan hasil yang baik, pola budidaya tersebut berpotensi diperkenalkan kepada kelompok tani lainnya sebagai salah satu pilihan dalam pengembangan pertanian organik.
Menurut Arfin, keberadaan lahan percontohan memiliki arti penting karena petani dapat melihat secara langsung proses penerapan teknologi budidaya di lapangan. Dengan demikian, pengembangan pertanian organik tidak hanya berhenti pada penyampaian materi atau sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan melalui praktik dan evaluasi bersama.
Selain menyiapkan lahan percontohan, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai juga merencanakan kunjungan ke pabrik pengolahan porang. Kunjungan tersebut akan dimanfaatkan untuk membahas peluang dukungan terhadap petani, memperkuat hubungan dengan pihak pengolahan, serta menjajaki kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan komoditas porang di daerah.
Arfin berharap, keberadaan industri pengolahan porang di Kabupaten Sinjai dapat menjadi peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha budidaya secara lebih terarah. Menurutnya, pengembangan komoditas pertanian akan lebih optimal apabila didukung oleh hubungan yang baik antara petani, organisasi pertanian, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Makmur Sembada Siapkan Pendampingan di Sejumlah Lokasi
Dalam kesempatan yang sama, Formulator Pupuk Organik Asam Amino Plus dari Makmur Sembada, Suwandi, memaparkan rencana penerapan pupuk organik pada beberapa komoditas pertanian di Kabupaten Sinjai.
Ia menyebutkan, terdapat sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi tempat percontohan penggunaan pupuk tersebut. Lokasi itu meliputi pengembangan tanaman porang di Kecamatan Sinjai Borong, tanaman semangka di Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, serta tanaman pepaya di Desa Salohe.
Menurut Suwandi, pemilihan beberapa komoditas tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan penggunaan pupuk organik pada jenis tanaman yang berbeda. Melalui penerapan langsung di lapangan, petani diharapkan dapat mempelajari teknik pemupukan dan pemeliharaan tanaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing komoditas.
Ia menegaskan bahwa timnya berkomitmen memberikan pendampingan secara langsung kepada petani yang terlibat dalam program tersebut. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu petani memahami penggunaan pupuk secara tepat, sekaligus menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap penerapan program pertanian organik.
Selain pengembangan lahan percontohan, Makmur Sembada juga membuka peluang kerja sama dengan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai untuk mendukung ketersediaan pupuk organik di tingkat lokal.
Salah satu rencana yang disampaikan adalah pendirian unit produksi pupuk organik padat di Kabupaten Sinjai. Kehadiran unit produksi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat pengembangan pertanian organik sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi baru yang berkaitan dengan kebutuhan sarana produksi pertanian.
“Ke depannya, kami berharap dapat menjalin kerja sama dengan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai untuk mendirikan unit produksi pupuk organik padat langsung di Kabupaten Sinjai. Saat ini, pengguna terbesar POC Asam Amino Plus masih berasal dari wilayah Jawa,” jelas Suwandi.
Rencana tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis antara pihak perusahaan, organisasi pertanian, dan pemangku kepentingan terkait. Dengan adanya produksi di daerah, kebutuhan pupuk organik diharapkan dapat didukung melalui penguatan kegiatan usaha dan jaringan distribusi lokal.
Di sisi lain, pengembangan unit produksi juga berpotensi membuka ruang pemberdayaan masyarakat, khususnya apabila pelaksanaannya melibatkan petani dan kelompok usaha lokal. Namun, realisasi rencana tersebut tetap memerlukan kajian mengenai kebutuhan pasar, ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, serta keberlanjutan usaha.
Bupati Sinjai Dukung Pengembangan Porang Organik
Mendengar pemaparan tersebut, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang direncanakan oleh organisasi tersebut.
Ia menilai, inisiatif pengembangan budidaya porang organik merupakan langkah positif yang dapat mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Sinjai. Terlebih, keberadaan pabrik pengolahan porang di daerah tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara kegiatan budidaya dan pengolahan hasil pertanian.
“Saya sangat mengapresiasi Tani Merdeka Sinjai. Upaya menjadikan Sinjai sebagai lokasi percontohan budidaya porang organik adalah langkah yang sangat baik. Apalagi di Sinjai sendiri sudah terdapat pabrik pengolahan porang, tentu ini akan sangat memudahkan rantai nilai bagi petani. Kami juga sangat mendukung rencana kunjungan ke pabrik tersebut untuk memperkuat sinergi,” tegas Bupati Ratnawati Arif.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai untuk terus mematangkan rencana program, terutama dalam menyiapkan lahan percontohan, membangun koordinasi dengan pihak terkait, dan memastikan kegiatan pendampingan petani dapat berjalan secara terarah.
Pengembangan porang organik dinilai memiliki peluang untuk memperkuat sektor pertanian apabila didukung oleh praktik budidaya yang baik, pendampingan yang berkelanjutan, serta akses pasar yang jelas. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar petani tidak hanya mampu menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.
Selain memberikan dukungan terhadap pengembangan porang organik, Bupati Ratnawati Arif juga menyatakan kesediaannya untuk menghadiri pelantikan DPK Tani Merdeka Indonesia Kecamatan Sinjai Barat yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026.
Kehadiran pemerintah daerah dalam agenda tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus mendorong organisasi pertanian untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program pembangunan daerah.
Bupati juga berharap Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai dapat terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Organisasi diharapkan mampu menjadi mitra yang konstruktif dalam menyampaikan aspirasi petani, mendorong pengembangan komoditas unggulan, serta menginisiasi kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perkuat Sinergi untuk Pertanian Berkelanjutan
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi organisasi petani, dukungan pemerintah daerah, dan keterlibatan pelaku usaha dalam mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sinjai.
Rencana percontohan budidaya porang organik pada lahan seluas dua hektare, penerapan pupuk organik pada tanaman semangka dan pepaya, serta penjajakan pendirian unit produksi pupuk organik padat menjadi sejumlah agenda yang akan memerlukan tindak lanjut secara bertahap.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan bergantung pada kesiapan teknis di lapangan, konsistensi pendampingan, kesesuaian teknologi budidaya, serta kemampuan membangun kerja sama dengan pihak yang berkaitan dengan pemasaran dan pengolahan hasil pertanian.
Bagi petani, program percontohan diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan praktik budidaya yang lebih terencana. Sementara bagi daerah, pengembangan komoditas unggulan yang didukung oleh pengolahan hasil dapat menjadi salah satu upaya memperkuat perekonomian berbasis pertanian.
DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Makmur Sembada dapat terus berlanjut hingga tahap pelaksanaan. Dengan dukungan berbagai pihak, program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan percontohan, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha pertanian yang lebih luas.
Pertemuan di Rumah Jabatan Bupati Sinjai itu berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Kedua pihak menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertanian berkelanjutan, mengembangkan potensi komoditas daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sinjai.
















