Kunjungi Kebun Semangka Non Biji di Kalobba, Tani Merdeka Sinjai Dorong Studi Banding & Solusi Pemupukan

SINJAI , PB – Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai melakukan kunjungan lapangan ke kebun budidaya semangka non biji milik A. Aksan di Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe. Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong studi banding, transfer ilmu, serta peningkatan kesejahteraan para petani di wilayah Sinjai melalui penerapan ilmu pertanian modern.
​Melalui peninjauan langsung tersebut, jajaran pengurus dapat mempelajari tata cara budidaya semangka modern yang terbukti menghasilkan omzet besar, sekaligus menyerap aspirasi mengenai kendala teknis yang dihadapi petani di lapangan.
​Dalam kunjungan ini, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sinjai memboyong langsung formulator pupuk organik cair (POC) Asam Amino Plus untuk berdiskusi dengan petani, mendengar keluhan secara langsung, dan memberikan solusi bagi tanaman semangka.
​Petani semangka non biji Desa Kalobba, A. Aksan, mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah tingginya biaya produksi serta kondisi kesuburan tanah yang kian menurun. Meski demikian, ia membagikan hasil capaian usahanya pada musim tanam kali ini.
​”Musim ini kami menanam sekitar 15.000 pohon semangka non biji menggunakan sistem irigasi tetes. Hasil produksinya mencapai 60 ton dengan harga jual Rp 5.000 per kilogram. Nilai kotornya sekitar Rp 300 juta. Setelah dipotong biaya produksi sebesar Rp 200 juta, keuntungan bersih yang diperoleh sekitar Rp 100 juta,” jelas A. Aksan.
​Ia menambahkan, hasil panen tersebut langsung diambil oleh pembeli di lokasi kebun untuk kemudian dipasarkan ke luar pulau, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Timur. A. Aksan menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas perhatian dan kehadiran DPD Tani Merdeka Indonesia Sinjai beserta tim formulator pupuk organik.
​Sementara itu, perwakilan formulator POC Asam Amino Plus, Suwandi, menjelaskan bahwa produk pupuk organik ini diproduksi di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Menurutnya, penggunaan terbesar produk ini sejauh ini berada di Pulau Jawa karena kualitas dan mutunya yang terjamin.
​Suwandi turut memaparkan sejumlah keunggulan POC Asam Amino Plus untuk meningkatkan produktivitas dan memulihkan kondisi lahan pertanian:
​Efisiensi Nutrisi: Mempercepat penyerapan unsur hara makro dan mikro oleh akar tanaman.
​Ketahanan Tanaman: Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan serta meningkatkan kekebalan dari serangan hama dan penyakit.
​Pemulihan Lahan: Memperbaiki struktur tanah dan mendukung perkembangan mikroorganisme baik di dalam tanah.
​Fleksibilitas Penggunaan: Dapat diaplikasikan secara optimal baik pada fase vegetatif maupun generatif.