Puluhan Warga Lebak Protes Dapur MBG, Tolak Kualitas Makanan yang Dinilai Tidak Layak

Lebak, Banten, PB – Puluhan warga mendatangi dapur penyedia program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kp. Pasir Garu, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, untuk menyampaikan protes terhadap kualitas dan distribusi makanan yang dinilai tidak layak. Aksi dilakukan karena masyarakat kecewa dengan pelayanan dan menu yang disajikan, khususnya bagi siswa sekolah.

“Salah satu warga yang tidak disebutkan namanya menyampaikan melalui WhatsApp, ‘Kami bukan menolak programnya, tapi kami menolak jika kualitasnya seperti ini. Karena menyangkut kesehatan anak-anak kami, menunya bau. Saya berharap program ini harus segera diperbaiki secara aktif supaya menu yang diberikan ke anak-anak kami sesuai standar, bergizi, dan higienis’.”

Pada pukul 17:00 WIB, warga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan. Aktivis Himpunan Mahasiswa Cibadak (HIMACIDA) Saepul Rahman juga turut angkat suara, menilai persoalan ini merupakan bentuk kelalaian serius yang berpotensi merugikan generasi muda.

“Ketua HIMACIDA menyebut bahwa kejadian ini merupakan ‘pengkhianatan terhadap gizi anak’, mengingat program MBG sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak Indonesia,” ujar Rahman. Ia menambahkan, “Program ini seharusnya dikelola dengan baik sesuai juknis agar pemenuhan gizi yang dicita-citakan Presiden RI mampu terlaksana dengan baik. Sejak dibukanya dapur MBG, banyak aduan dari masyarakat sudah kami terima karena makanan yang diberikan tidak layak – itu sama saja dengan mengkhianati masa depan anak bangsa.”

HIMACIDA mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan audit terbuka terhadap pelaksanaan program MBG serta mengevaluasi satgas di tingkat kecamatan dan kabupaten yang dinilai lalai. Hingga saat berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG belum memberikan keterangan resmi dan tidak ada di lokasi kejadian.

“Kami berharap masyarakat terus memantau dan melaporkan jika peristiwa ini berulang. HIMACIDA akan terus mengawal dan memantau proses ini, bila perlu sampai dapur tersebut ditutup,” tegas Rahman. (Deni)