Lebak, Banten , PB – Sejumlah orang yang mengatasnamakan ALARM (Aliansi Masyarakat Menggugat) menggelar pertemuan di depan Kantor Pemda Kabupaten Lebak pada Selasa (31/3/2026) untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, dalam acara Halal Bihalal sehari sebelumnya.
Dalam pidatonya, Bupati menyebut Wakil Bupati Lebak sebagai “mantan narapidana”, yang dinilai memicu polemik dan menjadi perhatian publik. Koordinator ALARM, Arwan, menyatakan bahwa respons ini merupakan akumulasi keresahan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah saat ini.
“Ini bukan hanya soal pernyataan kemarin, tapi juga bentuk kekecewaan masyarakat atas berbagai persoalan di Lebak yang dinilai belum terselesaikan,” ujar Arwan kepada wartawan.
ALARM berencana menggelar aksi unjuk rasa skala besar pada Rabu (8/4/2026) di depan Kantor Pemda Lebak, yang diperkirakan akan diikuti sekitar 10 ribu massa dari berbagai elemen masyarakat. Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi secara terbuka dan mendorong evaluasi terhadap kepemimpinan daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib,” katanya. ALARM juga berencana membuka donasi publik untuk mendukung kebutuhan logistik peserta.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi maupun polemik yang berkembang. Situasi di sekitar Kantor Pemda Lebak tetap kondusif, meski isu ini terus menjadi perbincangan masyarakat.( Deni)














