Kopel Sinjai: Raih Opini WTP, Pemda Tak Perlu Euforia

Sinjai_PeduliBangsa-, Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sinjai menyebutkan bahwa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diperoleh Pemkab Sinjai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bukan jaminan bahwa pengelolaan keuangan sudah efisien dan bebas korupsi.

Direktur Kopel Sinjai, Akmal mengatakan bahwa WTP adalah compliance atau kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan maupun penggunaan azas-azas akuntansi termasuk azas accrual di dalam melaksanakan pengelolaan keuangan negara dan daerah”.

Walaupun statusnya WTP, kita tetap harus melihat secara detail design dari penggunanaan keuangan dan terutama aspek efisiensi dan efektifitasnya

Kopel Sinjai mengingatkan opini WTP yang diperoleh bukan berarti ada jaminan telah bebas korupsi. WTP tidak berarti tidak ada korupsi. Korupsi itu bisa terjadi dengan modus yang bermacam-macam.

Pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan Pemerintah Daerah tidak ditujukan untuk ungkap penyimpangan. Karena itu opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diraih Pemda bukan jaminan tidak ada penyimpangan.

Opini WTP jangan dimaknai salah. Seolah-olah Pemda yang WTP sudah clear dan clean. WTP tidak jamin tidak ada penyimpangan,” kata Akmal kepada media ini, Jumat, 28/5/2021

BPK dalam memeriksa, lanjutnya, tetap dapat menemukan ada penyimpangan. Namun, tidak semua penyimpangan dapat mempengaruhi opini. Karena itu, diminta agar Pemda tak perlu euforia dengan opini WTP.

“Pesan saya tetap hati-hati, waspada dalam pengelolaan keuangan. Pedomani seluruh peraturan perundang-undangan. BPK dalam bekerja, ada rumus, ada panduan, sehingga tidak berdasarkan perasaan,” katanya.(one)