Soal Penebangan Pohon Diprotes Warga, Ketua DPRD Sinjai Bilang Begini

Sinjai, Pedulibangsa.co — Polemik penebangan pohon mahoni yang menuai protes warga di Lapangan Bikeru 1, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai mulai bergulir di DPRD Sinjai.

Hal itu dibuktikan dengan digelarnya Rapat Mediasi oleh DPRD Sinjai bersama instansi terkait, tokoh masyarakat, dan pembawa aspirasi di Ruang Kerja Ketua DPRD Sinjai.

Ketua DPRD Sinjai, Lukman H. Arsal yang memimpin rapat mengatakan, tujuan rapat digelar untuk memediasi secara kekeluargaan antara pemerintah dengan pembawa aspirasi atau masyarakat Kelurahan Sangiesseri.

“Menurut informasi, sebelum penebangan, ada kesepakatan mufakat antara pemerintah kecamatan, Kapolsek, Danramil Sinjai Selatan, dan perwakilan tokoh masyarakat Kelurahan Sangiesseri. Olehnya itu kami pertimbangkan untuk dilakukan mediasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Lukman kemudian mengaku, apabila dalam pertemuan ini memungkinkan nantinya untuk digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Hal itu tidak menjadi masalah.

Adapun, kesepakatan yang dihasilkan pada mufakat tersebut, yakni permohonan maaf oleh Tripika Kecamatan Sinjai Selatan kepada seluruh masyarakat Sinjai Selatan, terkhusus masyarakat Lingkungan Bolaromang, Kelurahan Sangiasseri.

Sementara perwakilan tokoh masyarakat yang hadir memaafkan atas kekhilafan tersebut, sehingga semua pihak menyepakati aspirasi di DPRD untuk tidak dilanjutkan.

Berbeda dengan Amiruddin. Warga Sinjai Selatan yang sebelumnya membawa aspirasi ini ke DPRD mengaku kecewa lantaran dirinya tidak dilibatkan dalam pemufakatan tersebut.

“Saya kecewa dan tidak menerima hasil rapat mediasi ini. Seharusnya ada pemberitahuan ke kami dan dilibatkan sebelum mengambil keputusan,” tegasnya.

Olehnya itu, Amiruddin meminta agar DPRD kembali menjadwalkan RDP untuk menelusuri siapa pelaku penebangan pohon serta digunakan untuk apa, karena komitmen penerima aspirasi akan menggelar RDP.

“Sebenarnya, masyarakat hanya ingin mengetahui apa penyebab penebangan pohon mahoni itu dilakukan, dan siapa pelakunya pak,” katanya.

Terlepas dari itu, Amiruddin juga mengaku menyepakati dan memaafkan kekhilafan yang telah dilakukan penebangan pohon yang tanpa mengeluarkan izin, karena kendatinya manusia tidak luput dari khilaf.

Namun harapan Amiruddin, karena aspirasi ini sudah terlanjur masuk di DPRD, maka sesuai mekanisme persoalan ini diteruskan sampai RDP.

Diakhir rapat, Lukman H. Arsal merekomendasikan langsung kepada komisi untuk digelar RDP dan membahas apa yang telah terjadi sesuai keinginan pembawa aspirasi.

“Persoalan ini cukup menjadi pelajaran untuk kita semua. Saya berharap kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” pungkasnya.

Selain Lukman H. Arsal, rapat mediasi turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Sabir, Ketua Komisi I DPRD Jamaluddin, dan Ketua Komisi III DPRD Akmal MS. (AA)