Stok Darah di RSUD Sinjai Tidak Kosong, Begini Penjelasannya

Sinjai, Pedulibangsa.co — Kebutuhan akan darah bagi pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sering terdengar terupdate di media sosial untuk pemenuhan kebutuhan pasien.

Pasalnya, kebutuhan akan darah hanya dipenuhi dari sesama manusia yang rela mendonorkan darahnya bagi pasien yang sementara dirawat di RSUD Sinjai.

Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD Sinjai, A. Ariani Jalil yang dikonfirmasi mengatakan, Pelayanan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), termasuk unit pelayanan yang sangat unik dalam sebuah fasilitas pelayanan kesehatan, karena produk yang dibutuhkan tidak bisa diproduksi oleh produsen seperti kebutuhan pelayanan lainnya.

“Saat ini, kadang kita dengar adanya info kebutuhan darah di RSUD Sinjai dan kadang kami membutuhkan pendonor untuk memenuhi kebutuhan pasien,” ungkapnya, Senin (29/3/2021).

Sebenarnya kata Ariani, stok tidak kosong sama sekali, namun kadang persiapan tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, tersedia golongan darah A, namun ternyata pasien butuh golongan darah yang lain.

Menurutnya, UTDRS punya daftar nama pendonor, namun kadang kala saat dibutuhkan, pendonor itu setelah diperiksa tidak memenuhi syarat.

“Terkadang pendonor tidak memenuhi syarat saat ingin mendonorkan darahnya untuk pasien,” katanya.

Ariani berharap, semoga daftar nama pendonor tetap bisa bertambah dengan partisipasi dari masyarakat Kabupaten Sinjai.

“Pastinya unit transfusi darah RSUD Sinjai setiap hari terbuka bagi siapa saja yang mau mendonorkan darahnya. Kedepan, kami akan mencoba merancang informasi manajemen donor darah untuk mengingatkan para relawan pendonor berupa pemberitahuan ke nomor kontak masing-masing,” bebernya.

“Nantinya dibuatkan daftar nama pendonor, kita ceklis siapa yang sudah donor dan belum. Kemudian nanti ada petugas UTDRS yang mengecek dan menghubungi kontak relawan, jika ada pasien yang membutuhkan darah. Semoga langkah ini membawa manfaat untuk orang banyak sekaligus mengetuk hati insan yang lain dalam bersedekah darah,” harap Ariani. (adv)