Muh. Akram “Sosok Penghafal Al Qur’an” Dari Belahan Timur Sinjai

Sinjai_PeduliBangsa-, Menjadi seorang hafidz atau orang yang menghafal Al Qur’an tentu merupakan impian banyak umat Islam. Apabila terus dipelihara dan dijaga, Allah menjanjikan pahala yang melimpah.

Kesempatan ini berhasil diraih oleh Muh. Akram. Di usia 19 tahun, remaja yang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang penghafal Al Qur’an ini sudah menghafal keseluruhan 30 juz Al Quran dalam kurun waktu setahun.

Akram menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, melalui Program Tahfidz Pemerintah Kabupaten Sinjai periode Januari-Desember 2019 lalu atau alumni pertama.

Hafidz asal Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur ini, menceritakan bahwa ia mengetahui program unggulan Pemkab Sinjai ini bermula melalui media informasi yang ada sehingga dengan tekad yang kuat dan sebuah keinginan yang besar ingin menjadi penghafal Al Qur’an dengan memanfaatkan peluang yang disiapkan oleh Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA).

Wadah yang disiapkan oleh Bupati Sinjai Andi Seto Asapa sangat luar biasa dalam mendukung pemuda-pemuda Sinjai untuk menghafal Al Qur’an dan ini tentunya dapat mengembalikan slogan Panrita Kitta itu sendiri bahwa Sinjai ini merupakan tempat penghafal Al Qur’an dengan adanya dukungan dari Pemerintah Daerah,” kata Muh. Akram saat ditemui di Ponpes Darul Ihsan Salohe, Senin (29/03/21).

Akram yang kini menjadi salah satu pembina di Pondok Pesantren Darul Ihsan tersebut mengakui banyak suka dan duka serta mengalami titik jenuh selama mengikuti program tersebut, dimana ia bersama 19 hafidz lainnya harus membiasakan diri dengan menghafal ayat demi ayat setiap harinya.

“Ketika kami menjalani program dari Pemda ini kami lalui dengan perjuangan suka dan duka. Namun dengan sebuah niat yang tulus, tekad yang kuat, komitmen serta adanya dukungan keluarga, bimbingan dari pembina dan motivasi yang kuat untuk menjadi penghafal Al Qur’an dengan berbagai macam kemuliaan yang disediakan, maka suka duka itu mampu saya lewati bersama, karena tumbuhnya rasa persaudaraan diantara kami,” jelasnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, dengan kebiasaan yang dilakukan, Akram semakin menikmati hafalannya sehingga perasaan jenuh dan sulit menghafal sudah jarang ia rasakan kembali. Apalagi Pembina mampu bekerjasama dengan rumah Qur’an STIFin yaitu dengan metode Mesin Kecerdasan, dimana setiap orang memiliki mesin kecerdasannya masing-masing dan cara menghafal setiap orang pun berbeda.

Lebih lanjut Akram menceritakan bahwa perubahan yang dialami setelah mengikuti program tahfidz ini, hidupnya terasa lebih berkah, terarah karena adanya Al Qur’an dalam dirinya sehingga ia merasa terbimbing dalam menjalani hidup.

Ia berharap program ini berlanjut dan tetap menjadi program unggulan Kabupaten Sinjai yang merupakan sebuah hasil pemikiran Bupati ASA sehingga mampu melahirkan penghafal Al Qur’an di Sinjai minimal 20 orang tiap tahun.

Semoga program ini berlanjut walaupun sudah berjalan tiga tahun dan menjadi program unggulan. Besar harapan kami kepada Bapak Bupati Sinjai agar program ini menjadi program unggulan dan percontohan bagi daerah lain sebagai penyongsong pemerintah yang mendukung perkembangan agama di daerah masing-masing,’ tandasnya.

Tak lupa ia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati ASA yang telah menyediakan wadah kepada putra-putri Sinjai untuk ikut serta mengembangkan potensi agama di Sinjai.

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada Bapak Bupati Sinjai dengan menyiapkan wadah ini sehingga pemuda Sinjai mampu bangkit semangatnya untuk mempelajari agama Islam agar Sinjai mampu menjadi daerah ‘Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur‘,” ucapnya.

Kini ia bertekad untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi dengan tetap mempelajari Al Qur’an ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Rencana kedepan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena harus didukung ilmu pengetahuan, dan Alhamdulillah dari hasil program ini ada yang lolos melanjutkan kuliah di Sudan, berbagai perguruan tinggi lainnya dan bahkan ada alumni yang mampu mendirikan pondok tahfidz sendiri, itu semua berkat Bupati Sinjai yang menyiapkan wadah ini,” pungkasnya.