Nelayan Protes, Bantuan Mesin Kapal di Desa Angkue Bone Disinyalir Tak Tepat Sasaran

Bone, Pedulibangsa.co — Bantuan Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Perikanan berupa mesin kapal bagi nelayan yang telah disalurkan di Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan disinyalir tak tepat sasaran.

Dugaan ini diungkapkan sejumlah nelayan lantaran bantuan dominan diberikan kepada yang tidak berhak atau bukan berprofesi sebagai nelayan.

“Bantuan yang diberikan pemerintah ini tidak tepat sasaran, karena banyak yang seharusnya berhak menerima, tapi tidak mendapatkan. Bantuan cenderung diberikan kepada keluarga aparat desa,” kesal Andi Mappeati kepada Peduli Bangsa.

Mappeati menduga, warga yang menerima bantuan tersebut tidak sesuai persyaratan atau datanya dimanipulasi oleh oknum.

“Saya katakan begitu, karena banyak warga yang menerima bantuan tetapi tidak memiliki kapal dan tidak berprofesi sebagai nelayan. Mereka hanya mengaku saat bermohon, nyatanya tidak ada kapalnya,” protesnya.

Menerima laporan sejumlah nelayan ini, Direktur Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Awaluddin Adil, menyanyangkan terjadi demikian. Awal mengaku bahwa hal itu tidak bisa dibiarkan.

“Dinas Perikanan, dan Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk menindaklanjuti persoalan ini. Dan secepatnya melakukan verifikasi ulang ke lapangan,” pintanya.

“Apabila ada warga yang tidak memenuhi persyaratan dan bukan seorang nelayan namun menerima bantuan, secara tegas ditarik kembali dan diberikan sanksi kepada oknum yang memainkan data penerima bantuan,” tegas Awal.

Terpisah, Kepala Desa Angkue, A. Efruddin yang dikonfirmasi atas keluhan sejumlah nelayan yang tidak menerima bantuan menjelaskan, data calon penerima bantuan yang dulunya diajukan berjumlah 120 orang. Namun yang lolos verifikasi memenuhi persyaratan hanya 69 orang.

“Nelayan yang tidak dapat bantuan, itu disebabkan kartu nelayannya tidak sesuai persyaratan, sehingga tidak lolos verifikasi kabupaten. Begitu pak,” tutupnya. (Fkr)